• 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
FITNESS & HEALTH kesehatan mental Baku Tembak di Mabes Polri Pada Usia Berapa Mengaj
#1
Mengenai isu terorisme yang sedang berkembang beberapa waktu belakangan, pada dasarnya pendidikan mengenai pemahaman isu radikalisme bisa dilakukan oleh orang tua sejak anak berusia dini.

Dengan begitu, orang tua bisa melakukan pencegahan terhadap perilaku-perilaku radikalisme di kemudian hari pada anak. Lalu, pada usia berapa orang tua bisa mengajarkan pemahaman anti radikalisme pada anak?

“Kalau misalnya bicara sejak umur berapa, pada dasarnya seluruh proses pengasuhan itu saling terkait satu sama lain,” ujar Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani kepada

Sebetulnya dari usia dini itu kita sudah bisa melakukan pencegahan radikalisme. Bahkan, pada tiga tahun pertama itu, sudah terjadi pembentukan attachment antara orang tua dengan anak.

"Kalau orang tua punya hubungan yang baik, yang mesra dengan anak pada tiga tahun pertama itu, maka anak bisa mengembangkan rasa percaya sama lingkungannya. Termasuk mengembangkan rasa percaya terhadap dirinya sendiri,” jelas Nina, panggilan akrabnya.

Kemudian, menurut Nina pada 5 tahun pertama, orang tua sudah bisa memberikan pemahaman bahwa berbeda-beda itu hal yang biasa saja. Misalnya ada bunga berwarna merah dan kuning, anak mengatakan dia lebih suka warna kuning sedangkan ibunya suka warna merah.

"Jelaskan saja bahwa itu tidak apa-apa, dunia itu berbeda-beda dan semua perbedaan itu baik adanya,” ujar Nina.

“Nah kemudian ketika sudah masuk usia SD, di situ anak benar-benar terpapar dengan berbagai teman yang berbeda. Mereka akan mengalami konflik sosial. Pada saat SD ini, ideal bagi orang tua untuk bisa mengajari anak bagaimana cara menangani arti nama konflik sosial secara bermartabat,” tambah Nina.

Menurut Nina, intinya bagaimana caranya kalau ada anak yang bertengkar, dan caranya agar bisa tetap menghormati dan menghargai semua pihak.

“Kemudian, ketika usia remaja kan biasanya mereka sedang memberontak-berontaknya. Pokoknya ketika dia merasa tidak terima akan langsung tidak suka, cenderung berpikir hitam putih,” jelasnya.

“Pada saat itulah peran orang tua untuk bisa memberikan nuansa abu-abunya. Ajak anak untuk diskusi, paling baik itu dilakukan pada fase remaja,” jelas Nina.

Jadi pada dasarnya kalau kita bicara pendidikan anti radikalisme, selalu berimbas pada jenis-jenis pendidikan lainnya. Pendidikan seksual, anti kekerasan, semuanya akan berjalan bersamaan.
  Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)